43 Token Internet Banking Dibobol, BCA Imbau Nasabah Hati-hati

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Tbk., mengimbau agar nasabah menghubungi Halo BCA apabila terjadi permintaan memasukkan token berulang-ulang. Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati mengatakan saat ini jumlah nasabah yang terkena masalah sinkronisasi token ketika mengakses internet banking mencapai 43 nasabah. "Berdasarkan konfirmasi jumlah nasabah yang terkena sinkronisasi token sebanyak 43 nasabah," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (6/3/2015).
 
Masalah sinkronisasi token beredar informasi di media sosial. Sejumlah nasabah BCA diminta untuk melakukan melakukan sinkronisasi token setelah login internet banking BCA. Sinkronisasi tersebut menyebabkan komputer hang dan setelah di-restart, dana nasabah berkurang. Hal itu terjadi karena perangkat komputer yang digunakan oleh para korban secara tidak disadari telah terinfeksi virus atau malware yang meminta angka token dengan alasan sinkronisasi.
 
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan masalah tersebut tidak membuat BCA mengganti sistem yang sudah ada. Sebab, virus itu mengenai komputer personal nasabah. "Token masih pakai yang lama, tidak diubah-ubah. Tokennya tidak salah. Itu terjadi karena virus di PC customer. Ini yang susah karena hal tersebut tidak bisa kami cegah," katanya. BCA, lanjutnya, telah melakukan sosialisasi terhadap temuan tersebut melalui layanan Halo BCA dan media sosial.
Jahja menghimbau agar nasabah menelepon ke Halo BCA bila terjadi permintaan memasukkan token berulang-ulang.
"Penanggulangannya dengan telepon bagian Halo BCA. Nanti ada tim yang memberikan antivirus, dibereskan, baru lakukan transaksi," tuturnya.