Mundur Dari Bisnis CDMA, Telkom Pensiunkan Flexi

Liputan6.com, Jakarta PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) secara resmi mengumumkan rencananya untuk melepas bisnis di sektor Code Division Multiple Access (CDMA). Perusahaan plat merah itu mengaku akan menghapus jaringan yang selama ini dioperasikan oleh Telkom Flexi.
 
Pernyataan itu diungkap Indra Utoyo selaku Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom. Dalam pernyataannya, Indra mengatakan kemungkinan Telkom Flexi akan dikonsolidasikan dengan anak usaha Telkom lain yang menjalankan layanan komunikasi berbasis Global System for Mobile (GSM).
 
"Kita akan konsolidasi, bisa dengan Telkomsel. Kita juga tidak akan melakukan pengembangan Flexi lagi, tapi pindahkan ke seluler bisnis Telkomsel," kata Indra, usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2014 di Hotel Mulia Jakarta, Jumat sore (4/4/2014).
 
Telkom memandang Telkom Flexi sebagai anak usaha yang berjalan di industri CDMA sudah tidak menarik lagi jika dilihat dari sisi teknologi dan bisnis. Revitalisasi dan teknologi CDMA yang dianggap sudah mentok menjadi salah satu pertimbangan Telkom mundur dari industri CDMA.
 
Di kesempatan yang sana, Direktur Utama Telkomel, Alex J. Sinaga mengatakan, konsolidasi antara Telkom Flexi dengan Telkomsel juga dilakukan karena Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menetapkan agar perusahaan operator yang bergerak di jaringan CDMA bergeser ke jaringan GSM.
 
Menurutnya cara tersebut bisa dilakukan Flexi karena Telkom memiliki beberapa pilihan jaringan GSM, yang di antaranya adalah 900 Mhz, 1800 Mhz, dan 2100 Mhz. Namun, keputusan konsolidasi yang melibatkan pita spektrum seluas 5 Mhz di jaringan 850 Mhz tersebut masih bergantung pada keputusan regulator.
 
"Karena Telkom punya Telkomsel jadi bisa ke arah sana (konsolidasi) sehingga Telkom punya banyak pilihan. Tapi syaratnya harus menunggu keputusan regulator. Bisa ke Telkomsel maupun ke operator lain," pungkasnya.
 
Pemanfaatan pita spektrum di jaringan 850 Mhz juga akan dilakukan Indosat yang memiliki anak usaha CDMA bernama StarOne. Frekuensi 850 Mhz StarOne rencananya akan menjalankan layanan komunikasi berteknologi e-GSM (extended-GSM) yang dianggap efektif bila dipakai di wilayah Timur Indonesia.