Kemenkominfo diharapkan berperan dalam tata niaga pulsa

JAKARTA: Indonesia Telecommunication User Group (Id-TUG) mendesak Kemenkominfo mengambil peran untuk memastikan kelancaran tata niaga pulsa telekomunikasi demi pelayanan konsumen.


Muhammad Jumadi, Sekretaris Jenderal Id-TUG, mengatakan jika persoalan tata niaga di tingkat peritel kecil yang baru-baru ini mencuat menimbulkan gangguan maka konsumen akan kesulitan mencari pulsa.

'Kami melihat persoalan ini adalah akibat dari industri yang tidak dipersiapkan sejak awal. Sistem klaster [dalam distribusi pulsa] banyak menjadikan usaha kecil menjadi mati,' ujarnya kepada Bisnis hari ini.
Menurut Jumadi, penyelesaian terbaik bagi operator dan peritel menyelesaikan persoalan itu tetap melalui bisnis ke bisnis (B-to-B).

Namun, biasanya karena komoditas itu sudah menjadi primadona yang juga dilirik para peritel besar maka posisi tawar peritel kecil menjadi lebih kecil.
'Padahal dulunya mereka yang membangun pasar, maka mau tidak mau kelihatannya pemerintah harus ikut mengambil peranan dalam mengatur tata niaga pulsa ini,' tegasnya.

Sebelumnya Masyarakat Pedagang Pulsa Indonesia mengeluhkan penerapan sistem klaster yang diklaim mereka telah menghambat pedagang pulsa untuk memperoleh pasokan yang harus sesuai dengan posisi BTS (base transceiver station) nomor telepon di mana pelanggan berada.

Di samping itu sistem klaster juga menyebabkan ketergantungan pembelian pasokan pedagang pulsa hanya melalui satu distributor pada tiap-tiap klaster dan tidak ada alternatif harga beli yang dapat dipilih ketika dianggap mahal.

Operator yang menerapkan klaster distribusi pulsa adalah Telkomsel, XL Axiata dan Indosat serta operator lainnya yang diklaim menyebabkan penurunan omzet penjualan pedagang sebesar 25%—30% dan mencapai 60% untuk pulsa Telkomsel.

Kemenkominfo, tambah Jumadi, dapat memberikan masukan dan bekerja sama dengan instansi terkait tanpa merugikan semua pihak.

Peran ini penting demi memenuhi hak pelanggan maupun peritel kecil yang selama ini kerap menerima pelayanan yang belum memuaskan dari operator dan kemungkinan risiko baru kesulitan dalam mendapatkan pulsa.
Di sisi lain, pihak operator seluler besar justru menyatakan penerapan klasterisasi distribusi akan menjamin ketersediaan pasokan pulsa bagi pelanggan di mana pun mereka berada.

Dengan pola itu maka setiap adanya klaim atau potensi masalah kehabisan pasokan pulsa di satu wilayah, distributor akan dapat mengajukan kembali penambahan pasokan kepada operator.(jha)

Sumber : www.bisnis.com/infrastruktur/telekomunikasi/17383-kemenkominfo-diimbau-berperan-dalam-tata-niaga-pulsa+klasterisasi+operator

(AD)