Klasterisasi dan Solusinya

Memasuki awal tahun 2011 kemarin merupakan sebuah perjalanan baru bagi dunia Server Pulsa Indonesia dengan dimulainya perubahan cara tata niaga distribusi pulsa oleh Operator seluler dengan memberlakukan pembagian wilayah dengan masing-masing area atau biasa di sebut Klasterisasi.

Mengapa Klasterisasi diberlakukan oleh operator seluler, ini diawali dari Strategi Marketing yang diprakarsai oleh XL dengan membuat terobosan radikal yaitu dengan mengeluarkan tarif murah 0,1/ detik pada akhir tahun 2007 silam. Sejak dikeluarkannya tarif murah oleh XL maka dimulai pula era perang tarif oleh operator seluler yang mengubah Lanskap bisnis seluler indonesia.

Pada tahap perang tarif sampai dengan saat ini tanpa disadari terjadilah Cluster- cluster pelanggan dimana ketika satu keluarga hanya berkomunikasi dengan hanya yang didalam keluarga yang itu-itu jsaja sehingga banyak pelanggan yang memutuskan untuk menggunakan nomor dengan operator yang sama untuk efesiensi komunikasi.

Dari Strategi marketing lalu dibarengi dengan Strategi operasional XL adalah mendekat kepelanggan atau istilahnya Go Retail dengan memetakan potensi pelanggan berdasarkan wilayah dengan harapan bisa mengetahui secara jelas revenue perwilayah serta program apa yang harus dibuat di wilayah tersebut.

Tentu saja penerapan pola distribusi cluster sangat menyulitkan pelaku usaha server pulsa disebabkan pola distribusi Server Pulsa yang sudah berjalan bertahun-tahun ini adalah distribusi lintas wilayah.

Kita tidak tahu sampai kapan akan berlangsung pola distribusi ini, walau sampai tulisan diturunkan dari Telkomsel,Indosat sudah sedikit mengendur tetapi untuk XL tetap masih strict dalam clusterisasi ini bahkan meningkat dengan penerapan B Number untuk setiap transaksi yang dilakukan di masing-masing cluster.

Walau bagaimanapun dengan penerapan aturan clusterisasi yang dimulai oleh XL kemudian diikuti dengan operator Telkomsel dan Indosat karena operator seluler incumbent tersebut melihat apa yang dilakukan oleh XL terbukti meningkatkan pendapatan secara signifikan pada laporan keuangan tahun 2010 kemarin membuat Pemain Server harus mengantisipasi untuk kelangsungan usahanya.
Dengan jaringan yang dimiliki ditiap wilayah sejatinya bisa menjadi solusi untuk masalah clusterisasi yang dilakukan oleh operator seluler .

Bila sebuah Komunitas yang terbentuk dengan sebuah system software pulsa yang sama apalagi mencapai ribuan jumlahnya itu menjadi sebuah kekuatan sebagai solusi menghadapi kesulitan stok dimana dengan jaringan yang ada bisa bertukar stok untuk melayani pelanggan.

Pemetaan wilayah masing-masing anggota komunitas memang mesti dilakukan oleh pemain server pulsa untuk mendapatkan stok dimasing-masing wilayah sehingga bila pelanggan yang akan membeli pulsa tinggal diarahkan ke sumber supplier wilayahnya.

Dengan demikian sedikit solusi cluster akan mudah diatasi walau penerapannya akan mengalami banyak hambatan dimana perlu perlakuan ekstra seperti administrasi penghitungan stok dan jeli mencari supplier yang bagus.

(AD)